Indonesian Translation: A Philosophical & Theological Response to the Problem of Evil
Dalam filsafat agama, natural atheology merupakan cabang filsafat yang mencoba membuktikan keyakinan teis (orang-orang yang percaya adanya Tuhan) adalah salah. Salah satu argumen utama dan terkuat natural atheology adalah problem of evil (masalah kejahatan).
Problem of evil menyatakan jika Tuhan Mahakuasa dan Mahabaik itu ada, tidak mungkin Dia mengizinkan begitu banyak kepedihan dan penderitaan terjadi di dunia. Filsuf masyhur David Hume dalam Dialogues Concerning Natural Religion mengatakan hal serupa,
'Pertanyaan kuno Epikurus (filsuf yunani) sampai sekarang belum terjawab. Apakah Dia mau mencegah kejahatan, tapi tidak mampu? Berarti Dia tidak Mahakuasa. Apakah Dia mampu, tetapi tidak mau? Berarti Dia jahat. Apakah Dia mampu dan mau? Lalu dari manakah itu kejahatan?'
Problem of evil tanpa diragukan lagi merupakan hambatan intelektual utama yang harus dijawab seorang muslim atau teis agar yakin (atau meyakinkan orang lain) bahwa Tuhan itu ada.
Ada dua versi problem of evil, internal dan eksternal. Problem of evil internal yaitu permasalahan yang premis dari argumennya yang merupakan pegangan muslim. Hal ini karena keimanan mereka terhadap Islam. Sedangkan problem of evil eksternal yaitu permasalahan yang premis dari argumennya tidak menjadi pegangan muslim namun cukup beralasan untuk percaya kebenarannya. (premis = apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
Thx for the translations...Salams from Indonesia...cheers brother :)
Post a Comment